CEO Man United Akhirnya Bicara Soal Isu Pemecatan Solskjaer

Category: Berita Bola 3 0

Salah satu pemberitaan Intens yang diwartakan media-media Eropa selama beberapa pekan terakhir ini adalah isu pemecatan Ole Gunnar Solskjaer dari kursi pelatih. Bagaimana tidak ? Manchester United yang dia tangani mendapati serangkaian hasil buruk di awal musim ini, sehingga pria asal Norwegia tersebut diyakini akan didepak. Nah, setelah sempat bungkam Ed Woodward selaku CEO Manchester United akhirya angkat bicara mengenai isu ini.

Sebenarnya, sejak ditinggalkan Sir Alex Ferguson pada tahun 2013 lalu, Manchester united memang belum kembali ke jalur kejayaan, bahkan cenderung mengalami periode krisis. Akan tetapi, apa yang terjadi di awal musim ini memunculkan tanggapan yang lebih buruk, bahkan faktanya United mencatat start terburuk dalam 30 tahun terakhir. Kekalahan 0-1 atas Newcastle United sebelum jeda interasional memberi dampak telak kepada Marcus Rashford dkk. Karena itu, mereka terdampar di peringkat 12 klasemen sementara, dan lebih miris lagi karena di posisi tersebut, Setan Merah hanya unggul dua poin dari Zona merah.

Alhasil, Ole Gunnar Solskjaer dituding sebagai biang kerok keterpurukan Manchester United di awal musim ini, dan memang benar bahwa hanya pelatih yang bertanggung jawab saat timnya tampil burruk atau mendapati hasil mengecewakan. Suara sumbang yang memintanya untuk segera meninggalkan pos pelatih pun mulai berkumandang belakangan ini. Bahkan sudah muncul sejumlah nama pelatih top yang diyakini akan jadi suksesor Solskjaer dalam waktu dekat.

Sebaliknya, Ed Woodward selaku CEO Manchester United justru mengungkapkan hal yang sebaliknya. Ia melihat visi Solskjaer sudah memenuhi asas-asas yang dipegang teguh oleh Manchester United saat ini.

“Apa yang menjadi visi Solskjaer sudah memenuhi tiga visi utama kami, antara lain : Kami harus memenangkan trofi, kami harus memainkan sepak bola menyerang, dan kami harus memberi kesempatan kepada anak muda. Realitas Manchester United adalah kami merupakan klub yang terdiri atas dua bagian. Pertama, kami adalah institusi sepak bola berumur 141 tahun dengan segala sejarah, warisan, tradisi dan tradisi itu adalah kesuksesan. Fakta itu sama sekali tidak boleh berubah,” lanjutnya.

“Kemudian, layaknya klub lain, sisi komersil yang ada membuat kami bisa berinvestasi pada sepakbola ini. Demikianlah kedua hal tersebut jadi berkesinambungan di Manchester United yang menghasilkan keuntungan kompetitif di area ini,” ujar Woodward kepada stafnya, dikutip dari Independent.

Related Articles

Add Comment