Griezmann Diklaim Tidak Bahagia di Barcelona

Category: Berita Bola 7 0

Eric Olhats, sosok yang menemukan bakat Griezmann dan membawa ke Spanyol mengklaim bahwa pemain Prancis itu tidak bahagia di klub barunya, Barcelona.

Sebagai informasi, Antoine Griezmann memulai karirnya di Spanyol bersama dengan tim papan tengah, Real Sociedad. Saat itu, Eric Olhats adalah sosok yang menemukan bakat dan talenta pemain asal Prancis kala masih berusia 13 tahun, dan membawanya bergabung dengan La Real.

Awalnya, Griezmann hanya bermain untuk tim akademi Real Sociedad. Dia lantas mendapat kesempatan bermain bagi tim utama selang beberapa tahun kemudian. Dari 201 penampilan bersama Real Sociedad, Griezmann mencetak 52 gol diantaranya.

Dia kemudian bergabung dengan Atletico Madrid di musim panas tahun 2014. Bersama Atletico, nama Griezmann kian melambung, seiring dengan performanya yang juga semakin ciamik.

Akhirnya, sang pemain pindah ke Barcelona pada bursa transfer musim panas tahun 2019 kemarin. Dia ditebus dengan kocek 120 Juta Euro. Sayang, performa Griezmann di Barcelona dinilai belum memenuhi ekspektasi publik.

Yang bersangkutan baru mencetak delapan gol di ajang La liga, sehingga mencuat isu bahwa Barca berencana menjualnya pada musim panas nanti.

Terkait kondisi sang pemain, Eric Olhats mengaku turut sedih, diapun menganggap Griezmann memang tidak bahagia di Barcelona.

“Saat dia meninggalkan Atletico Madrid, saya jadi sedih melihat kontroversinya. Saya bisa paham kenapa dia mau pindah ke Barcelona. Barca adalah Barca,”

“Pemain lain dan teman berkata bahwa permainannya akan cocok dan beradaptasi dengan sangat baik dengan cara bermain Barca, tiki-taka dan semacamnya, tapi saya tak suka performanya. Anda bisa lihat ada masalah, bahwa dia tidak menikmatinya,” ujar Olhats kepada Mundo Deportivo.

Secara pribadi, Griezmann dianggapnya sebagai pemain yang lebih baik di Barcelona. Tapi entah karena cara bermain atau kepercayaan kurang dari rekan satu tim akhirnya membuat penampilan sang pemain tampak mengendur.

“Saya merasa sakit karena tahu apa yang bisa dilakukan olehnya. Dia bisa memberikan lebih banyak dan dia tidak banyak berbicara. Dia coba melakukannya tanpa berkata apapun. Kelihatannya dia tidak mendapatkan banyak operan dari pemain-pemain lainnya, atau dari sang pelatih,” tutup Olhats.

Related Articles

Add Comment