Hazard dan Willian Jadi ‘Korban’ Era Maurizio Sarri

Category: Berita Bola 1 0

Gianfranco Zola baru-baru ini mengemukakan opini yang cukup kontroversial. Menurutnya, Chelsea pada saat Era Maurizio Sarri tampak sangat membosankan, bahkan penurunan performa Eden Hazard dan Willian menurutnya dikarenakan metode yang dibawa pelatih asal Italia tersebut.

Setelah memecat Antonio Conte, Chelsea memang menunjuk Maurizio Sarri untuk menukangi tim utama pada musim 2018/19 kemarin. Pria asal Italia tersebut punya reputasi yang bagus bersama Napoli, terutama soal filosofi bermain yang digiringnya.

Bersama Sarri, performa Chelsea nampak sedikit lebih baik dari sebelumnya, mereka finish di urutan ke-3 pada klasemen akhir Premier League. Satu torehan gemilang diukir Sarri di pentas Liga Europa, Chelsea berhasil keluar sebagai juara usai kalahkan Arsenal di babak final.

Sayangnya, setelah mencatatkan prestasi tersebut, Sarri tergoda untuk kembali ke Serie A Italia setelah mendapat tawaran dari Juventus. Namun, Gianfranco Zola tampak bersyukur dengan keputusan eks pelatih Empoli tersebut.

Pasalnya, menurut legenda Chelsea ini, metode latihan yang dibawa Sarri cukup membosankan.

“Awalnya, pemain mengikuti apa yang katakan, mereka brilian. Semua mengikuti, tetapi pekan demi pekan berlalu karena pengulangan dan kuantitas laga yang kami mainkan, para pemain mulai merasa lelah dan bosan,” ungkap Gianfranco Zola kepada beIN Sport.

Pada awalnya, metode tersebut berjalan lancar, bahkan Chelsea tampak bermain bagus, namun perlahan para pemain tampak mulai bosan, dan di akhir musim tak ada peningkatan performa.

“Mereka pemain brilian, tetapi jujur saja, mereka bosan. Mereka terus mengulangnya dan itulah mengapa semua pemain menurun, tetapi kami menanjak jelang akhir musim,” kata Zola.

Tak sampai disitu, Zola bahkan menuding Maurizio Sarri sebagai biang kerok menurunnya performa Eden Hazard dan Willian musim kemarin. Kedua pemain tersebut dianggap tak bisa mengeluarkan performa terbaiknya dibawah arahan manajer asal Italia.

“Mereka pemain berbakat, mereka bisa memenangkan pertandingan sendiri, tetapi mereka menderita karena metode latihan dan jelas latihan yang kami lakukan. Latihan itu penting untuk pemain lain,” tandasnya.

Di Juventus, Maurizio Sarri belum bisa menerapkan metode yang dia inginkan, alhasil Juve tampak kesulitan bahkan sempat terlempar ke posisi 3 pada klasemen sementara.

Related Articles

Add Comment