Jose Mourinho atau Pep Guardiola ? Ini Pilihan Ibrahimovic

Category: Berita Bola 3 0

Striker kondang Swedia, Zlatan Ibrahimovic bisa dikatakan sebagai salah satu pemain yang beruntung karena selain pernah membela sejumlah raksasa Eropa sepanjang karirnya, sosok berusia 37 tahun tersebut juga pernah ditangani oleh dua pelatih top dunia, antara lain Jose Mourinho dan Pep Guardiola. Lantas diantara kedua pelatih tersebut, siapa yang terbaik menurut Ibra ?


Sebagai informasi, Zlatan Ibrahimovic pernah membela Inter Milan dan Manchester united, saat kedua klub tersebut ditangani oleh manajer asal Portugal, Jose Mourinho. Penyerang asal Swedia ini pun pernah ditangani Guardiola ketika menekuni karir bersama dengan Barcelona. Nah, baik Jose Mourinho dan Pep Guardiola layak dianggap terbaik karena koleksi trofi mereka yang luar biasa dan diraih di beberapa liga berbeda.

Pep Guardiola sendiri berhasil meraih gelar Liga di setiap klub yang dia tangnai mulai dari Barcelona, Bayern Munchen dan sekarang Manchester City, dia juga memenangi dua titel Liga Champions Eropa saat menangani Barcelona. Sedangkan Jose Mourinho juga tak kalah hebat, dia telah memenangkan treble winner bersama dua klub, masing-masing bersama FC Porto dan Inter Milan, juga pernah sukses bersama Chelsea.

Akan tetapi, selama beberapa tahun terakhir ini, prestasi pelatih asal Portugal itu terbilang sedikit tercoreng. Mengenai hal ini, Zlatan Ibrahimovic tahu karier Mou ternoda dengan kegagalan di Manchester United. Namun, baginya Mou tetap nomor satu. Tidak banyak pelatih yang bisa membawa dampak istimewa seperti Mou. Mourinho bukan hanya soal kemenangan, lebih dari itu soal mental. Nyaris setiap pemain yang pernah ditangani The Special One bisa bangkit dari segi mentalitas.

“(Jose Mourinho) secara tidak langsung memiliki dampak yang luar biassa dalam karir saya. Dia masih ‘The Special One’, seorang pemenang. Saya berharap dia segera kembali sebagai pelatih dan saya sendiri percaya dia akan langsung meraih kemenangan,” kata Zlatan Ibrahimovic.

Sedangkan Guardiola, Ibra mengakui bahwa juru taktik Manchester City adalah pelatih yang hebat, tapi sifatnya tidak disukai sang pemain.

“Kami tidak pernah berhadapan langsung karena sifatnya. Ketika kami berhadapan satu sama lain, dia akan bersembunyi. Dia menunggu saya keluar, baru akan meninggalkan ruang ganti. Sebagai seorang pelatih, dia luar biasa, tapi sebagai seorang pria..” ujarnya tersenyum.

Related Articles

Add Comment