Marc Marquez Disebut Tidak Punya Respek Pada Rivalnya

Category: Berita Bola 1 0

Chicho Lorenzo mengakui bahwa Marc Marquez adalah rider terbaik, tapi di satu sisi pebalap asal Spanyol tersebut menurutnya juga tak punya respek dengan para rival.

Ayah kandung Jorge Lorenzo tersebut menilai Marc Marquez terlalu ambisius dalam usahanya menjadi rider MotoGP terbaik dan merebut gelar dunia sebanyak mungkin. Hal tersebut terbukti dari manuver-manuver berbahaya yang dilakukan pebalap 27 tahun selama ini.

Marc Marquez menurutnya memang melakukan segala cara untuk memenangkan balapan. Yang paling diingat adalah insiden tabrakan dengan Valentino Rossi pada seri Argentina tahun 2018 lalu.

“Marc mematahkan semua rekor tabrakan dengan rider lain, meski ia meminta maaf ke garasi rivalnya dengan menunjukkan wajah anak baik,”

“Padahal, Marc tak perlu melakukan manuver-manuver macam itu, karena ia sudah jadi rider terbaik. Ia kurang punya rasa hormat. Baginya, yang terpenting adalah menang dengan cara apa pun, jika perlu bahkan melakukan aksi-aksi tak sportif,” ujarnya seperti yang dikutip Motosan.es.

Lebih lanjut, Chicho menuding bahwa pada MotoGP Australia di tahun 2015 silam, Marc Marquez tak terima dituduh bekerja sama dengan Lorenzo untuk menjegal Rossi.

Juara dunia delapan kali ini lantas mengusung misi balas dendam dan bersenggolan dengan Rossi di tikungan 14 pada Sirkuit Sepang, Malaysia.

“Marc menunjukkan rasa benci pada para rivalnya, yang membuatnya melancarkan strategi seperti yang ia lakukan pada Vale di Malaysia pada 2015.”

“Ia tak memedulikan balapannya sendiri dan malah sangat fokus merusak balapan dan peluang Vale untuk jadi juara dunia. Strategi itu adalah balas dendam,” ujar Chicho.

Pun juga demikian saat Jorge Lorenzo terpelanting dari motornya sendiri karena melakukan rem mendadak. Chicho menuding Marc Marquez memang sengaja keluar dari lintasan lebih dulu untuk mengacaukan laju motor Lorenzo ketika berada di tikungan pertama.

“Mengapa ia begitu jauh dari garis balap? Karena ia ingin mengacaukan Jorge saat keluar tikungan. Ia melakukannya karena Jorge adalah rider yang memberinya tekanan,” pungkas Chicho, yang juga eks mentor Joan Mir di Lorenzo School.

Related Articles

Add Comment