Marc Marquez Itu Bisa Permainkan Mental Para Rivalnya

Category: Berita Bola 2 0

Rider Repsol Honda, Marc Marquez tak hanya lihai dalam mengendari motornya, tapi juga lihai dalam mempermainkan mental para rivalnya di atas sirkuit, demikian menurut Pebalap Suzuki Elcstar, Alex Rins.

Pada kampanye musim 2019 kemarin, Alex Rins bisa dikatakan menjalani musim terbaiknya di Arena MotoGP. Rider berusia 24 tahun tersebut berhasil meraih dua kemenangan, termasuk diantaranya kemenangan di Sirkuit Silverstone, Inggris.

Dalam race tersebut, Alex Rins bertarung sengit dengan Marquez, dan membekuk rider Repsol Honda itu tepat di garis finis dengan manuver menyalipnya di jalur dalam tikungan terakhir. Bagi rider asal Spanyol, kemenangan di Inggris adalah sebuah kepuasaan yang sangat tinggi.

Menurutnya, kemenangan tersebut adalah media pembalasan dendam terhadap Marquez, karena merasa selalu ‘dipancing’ emosinya oleh Marquez.

“Marc adalah rival yang harus dikalahkan. Rivalitas kami sangat sengit. Saya sudah beberapa kali bertarung dengannya, dan jelas saya marah tiap kali ia menang atau finis di depan saya.”

“Saya ingin mengalahkannya, tapi ia juga pasti begitu. Saya ingat betul saat saya menang di Silverstone, ia sangat marah,” ujar Rins.

Lebih lanjut, Alex Rins menganggap Marc Marquez sebagai rider yang tak hanya lihai mengendarai motornya, tapi juga mempermainkan mentalitas lawan. Salah satu momen yang ia ingat adalah insiden senggolan di Brno, Ceko, tahun lalu.

Menurutnya, pada race tersebut Marc Marquez tidak menunjukkan respek terhadap rider lain, dalam hal ini dirinya sendiri. Juara dunia delapan kali memang sudah meminta maaf, dan Alex Rins sudah memaafkannya, tapi bukan berarti melupakan.

“Marc sangat baik dalam perang mental, ia bermain-main dengan banyak rider. Contohnya, Brno tahun lalu. Saya menjalani lap yang cepat, dan ia melihat saya. Ia membuka ruang tapi tak terlalu lebar. Saya pun berkendara di garis kering dan kami bersenggolan,” kisahnya.

“Akibat senggolan itu, lap saya jadi kacau, tapi saya tetap ngotot. Pada akhirnya, di chicane terakhir di Brno, sebelum berbelok ke kiri, ia menyalip saya dengan begitu dekat dan membuat kami nyaris terjatuh, kemudian ia malah masuk pit. Peristiwa itu selalu ada di kepala saya, dan saya tahu Marc melihat saya sebagai ancaman,” lanjut Rins.

Related Articles

Add Comment