Menurut Casey Stoner, Marc Marquez Berasal dari Planet Lain

Category: Berita Bola 3 0

Juara dunia dua kali, Casey Stoner melayangkan sanjungan setinggi langit kepada pebalap Repsol Honda, Marc Marquez. Menurutnya, rider asal Spanyol tersebut memiliki kualitas yang fantastis bahkan berasal dari planet lain.

Sejatinya, Marc Marquez dan Casey Stoner berada di dua era berbeda, tapi yang menjadi persamaan keduanya pernah memenangkan gelar juara dunia.

Stoner sendiri memutuskan pensiun di tahun 2012. setahun berselang barulah Marc Marquez menjalani musim debut di MotoGP.

Beranda-andai jika dia berduel dengan Marc Marquez, mantan rider Ducati ini yakin memiliki cara untuk bisa menang atas pebalap asal Spanyol. Akan tetapi, dia juga mengakui bahwa mengalahkan sang delapan kali juara dunia tersebut sudah pasti bukan perkara mudah.

Stoner beranggapan bahwa Marc Marquez adalah Rider yang sangat bertalenta dan selain itu juga begitu cerdas dalam mencari batasan performanya di atas sirkuit.

“Sungguh mustahil mengalahkannya dengan cara yang sama, karena memang tak ada yang bisa lebih baik darinya dalam melakukan hal itu. Lebih baik Anda mencari kecepatan Anda sendiri di area lain, berkendara dengan cara Anda sendiri,” ungkap dua kali juara dunia ini.

Lebih lanjut, Stoner menilai bahwa Marc Marquez memiliki kemampuan yang sukar disamakan dengan rider lain. Karenanya, dia menilai saudara kandung Alex Marquez itu adalah rider yang berasal dari planet lain.

“Marc rider fantastis. Kecepatannya benar-benar seperti dari planet lain. Tak ada yang bisa mendekatinya. Tapi saya juga merasa ia selalu berkendara pada limitnya, bahkan saat sejatinya tak perlu.”

“Marc datang ke MotoGP siap mengeksplorasi limit yang tak pernah ditemukan siapa pun sebelumnya,” ujarnya.

Tapi bukan berarti Marc Marquez tanpa celah, yang bersangkutan dianggap terkadang tampil ngotot sehingga tak jarang melakukan kesalahan di atas lintasan.

“Marc juga bisa melakukan kesalahan, jadi saya rasa yang terbaik adalah mencoba memimpin balapan dan mencatat lap secepat mungkin sejak start dan bikin dia mengejar Anda. Dorong dia menuju limitnya, bikin ia tak nyaman, dan kemudian ia akan melakukan kesalahan,” tutupnya.

Related Articles

Add Comment