Tersingkir, Jurgen Klopp baru Keluhkan Gaya Main Atletico

Category: Berita Bola 2 0

Setelah melalui dua leg babak 16 besar dan tersingkir, pelatih Liverpool Jurgen Klopp justru baru komplain atau mengeluh terkait dengan gaya main yang ditunjukkan Atletico Madrid.

Liverpool menjamu Atletico Madrid untuk melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa pada dinihari WIB tadi (12/03). Setelah kalah 0-1 pada leg pertama, harusnya kemenangan 2-0 di Anfield sudah cukup untuk meloloskan Tim Marseyside.

Seperti biasa, pasukan Jurgen Klopp langsung tampil menyerang sejak menit pertama. Sedangkan Atletico Madrid tetap dengan gaya bermain defensif mereka, mencari waktu yang tepat untuk melancarkan serangan balik.

Hasilnya, Liverpool lebih dulu unggul dengan dua gol yang masing-masing dicetak Georgino Wijnaldum dan Roberto Firmino. Namun, ketika tiket ke perempat final sudah di depan mata, Marcos Llorente berhasil mencetak gol balasan di masa injury time babak kedua.

Skor 2-1 memaksa kedua tim harus melanjutkan laga di babak tambahan waktu 2×15 menit. Babak tersebutlah yang dimanfaatkan betul oleh pasukan Diego Simeone untuk mencetak dua gol, lewat Marcos Llorente dan Alvaro Morata.

Alhasil, skor 3-2 membuat Liverpool selaku juara bertahan harus tersingkir lebih awal dari ajang ini. Mereka kalah agregat 4-2 dari wakil Spanyol.

Bicara selepas pertandingan, pelatih Jurgen klopp mengeluhkan gaya main Atletico Madrid yang cenderung defensif.

“Saya benar-benar senang dengan performa kami. Sangat sulit melawan tim seperti itu. Saya tidak paham, dengan kualitas pemain yang mereka punya dan gaya bermain yang mereka pilih.”

“ Mereka bisa saja memainkan sepak bola yang layak, tapi mereka justru bertahan begitu dalam dan mengandalkan serangan balik.” Kata Klopp kepada BT Sport.

Meski demikian, manajer asal Jerman tetap menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada. Hanya saja, dia merasa lebih baik disingkirkan oleh tim yang lebih kuat dibanding tim defensif.

“Tentu kami menerimanya, tapi entah mengapa malam ini terasa tidak tepat. Saya menyadari bahwa saya adalah pecundang yang buruk, khususnya ketika para pemain sudah berusaha keras untuk melawan tim yang bertahan dengan dua baris empat bek,” imbuh Klopp.

Related Articles

Add Comment