Van Gaal Ungkap Alasan Kegagalannya di Manchester United

Category: Berita Bola 3 0

Sempat digadang-gadang bakal jadi sosok manajer yang tepat di Manchester United, Louis Van Gaal justru berakhir dengan pemecatan. Yang bersangkutan dianggap gagal dengan karirnya sebagai manajer Setan Merah.

Awalnya, Manchester United memang membutuhkan sosok manajer setelah memecat David Moyes. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Setan Merah menjatuhkan pilihannya pada Louis Van Gaal, yang sebelumnya mengantar Timnas Belanda ke Final Piala Dunia 2014.

Dengan prestasinya yang mentereng dan juga CV nya di dunia kepelatihan, yang bersangkutan diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Setan Merah.

Tapi yang terjadi sebaliknya, Van Gaal gagal mencapai target klub, dan hanya memenangkan satu trofi Piala FA saja. Bahkan, selang beberapa hari setelah memenangkan trofi tersebut, manajer asal Belanda ini dipecat dari kursi pelatih.

Meski dianggap sudah gagal dengan karirnya sebagai pelatih Manchester United, tapi mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut bersikeras bahwa klub adalah penyebab dibalik kegagalannya.

Dia menganggap pihak Manchester United tak sepenuhnya mendukung tim untuk maju dan berkembang, lantaran tidak memberikan amunisi yang tepat untuk pelatih.

“Manchester United tidak punya kualitas menjadi juara saat itu dan memiliki pemain yang sudah menua. Ada 10 pemain yang berusia lebih dari 30 tahun dan lima pemain yang berusia lebih dari 35 tahun.”

“Jadi saya bilang kepada mereka ingin meremajakan tim dan menyebutkan pemain mana saja yang harus dibeli. Saya tak mendapatkan satu pun dari mereka.”

“Anda berakhir di segmen yang berbeda dan sebagai pelatih saya dipaksa menerabas batas. Anda tak mengharapkan hal seperti itu di klub terkaya di dunia,” kata Van Gaal seperti dilansir Evening Standard.

Sejujurnya, Van Gaal tampak kaget karena Manchester United yang dianggap klub kaya raya dan mendapat 600 Juta Poundsterling setiap musimnya malah tak bisa mendatangkan pemain kelas wahid.

“Klub yang meraup laba 600 juta pounds dan tak bisa membeli pemain yang Anda inginkan. Anda seharusnya membeli nomor satu, bukan nomor tujuh. Jika Anda begitu kaya, maka Anda juga harus membayar banderol tertinggi yang bisa dibayangkan untuk seorang pemain.” Keluhnya.

Related Articles

Add Comment