Fokus MotoGP Di Eropa, Tapi Berusaha Tetap Bergulir di Asia

Category: serba serbi 0 0

Dorna Sports saat ini memang tengah menggodok wacana digulirnya MotoGP musim 2020 di tengah-tengah pandemi Covid-19. Fokusnya memang di Eropa saja, namun Carlmelo Ezpeleta selaku CEO Dorna Sports bertakad akan tetap menggelar balapan di Asia.

Sebagaimana diketahui, gelaran MotoGP musim ini memang tidak berlangsung sebagaimana biasa. Beberapa seri perdana musim ini telah ditunda karena pandemi Covid-19, bahkan total ada tiga seri yang dibatalkan, antara lain Qatar, Inggris dan Australia.

Nasib MotoGP musim ini bahkan sempat jadi tanda tanya, karena pandemi covid-19 masih tetap menjadi ancaman bagi siapapun. Namun belakangan, Dorna Sports, FIM, IRTA dan MSMA sedang menggodok rencana untuk tetap menggulirkan kampanye musim ini.

Rencanananya, balapan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton, meminimalisir jumlah paddock dan juga fokus menggelar balapan di Eropa saja. Carlmelo Ezpeleta mengaku bahwa pihaknya terus menggelar rapat bersama dengan pihak terkait.

“Kami menjalani beberapa rapat yang sangat baik, dan mempresentasikan protokol rancangan kami sebelum menyerahkannya ke pihak otoritas Spanyol dan negara lainnya. Kami menyepakati banyak hal, dan kami meminta mereka untuk mempertimbangkan kemungkinan lain,”

“Dalam rapat, saya menjelaskan kalender balap yang kami rancang, dan kalender ini akan kami rilis pekan depan. Jika semua berjalan lancar, balapan pertama akan digelar pada 19 Juli di Jerez, dan balapan terakhir akan digelar pada awal November. Jadi, akan ada 12-13 balapan,” ujar Ezpeleta.

Meski demikian, pihaknya bakal tetap berusaha untuk menggelar balapan di Asia, karena faktanya masih ada beberapa seri di luar Eropa musim ini yang berstatus ‘ditunda’ seperti seri di Thailand dan Malaysia.

“Akan ada beberapa balapan non-Eropa yang dipresentasikan, yakni empat balapan yang belum dibatalkan: Thailand, Malaysia, Amerika Serikat, dan Argentina, di mana kami masih mencari persetujuan,”

“Kami punya tenggat waktu sampai akhir Juli untuk memberitahu peserta apakah kami akan lanjut balapan di sana atau tidak. Kita lihat saja nanti apakah kami bakal punya 12, 14, atau maksimal 16 balapan,” ungkap pria berusia 74 tahun.

Related Articles

Add Comment