Juara Dunia MotoGp Sembilan Kali, Carlo Ubbiali Meninggal Dunia

Category: serba serbi 2 0

Sebuah kabar duka datang dari dunia MotoGP, dimana salah seorang pebalap legendaris Carlo Ubbiali telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa kemarin (02/06) waktu setempat.

Sebagai informasi, mantan pebalap asal Italia tersebut memang dikenal sebagai salah satu yang paling mendomiansi di kelas 125cc dan 250cc pada era nya dahulu. Tentu saja, jauh sebelum nama-nama seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez muncul sebagai idola.

Bahkan, dia berhasil mencatatkan sembilan gelar juara dunia di kelas MotoGP sepanjang karirnya sebagai pebalap. Dengan raihanya semasa berkarir dulu, Ubbiali bahkan berhasil menduduki peringkat tiga klasemen sepanjang masa.

Raihan poinnya hanya kalah dari Giacomo Agostini dan Angel Nieto. Kedudukannya di klasemen sama dengan Mike Hailwood dan Rider Tim Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi.

“Istirahat dengan tenang Carlo. Kami akan mengenangmu sebagai salah satu pembalap tersukses sepanjang masa,” tulis keterangan resmi MotoGP.

Carlos Ubbiali yang lahir di kota Bergamo memulai debutnya di MotoGP sejak tahun 1949 silam. Kemenangan perdananya baru diraih pada tahun 1951, tahun dimana dia juga mencicipi gelar juara dunia untuk pertama kali bersama Pabrikan asal Italia Mondial di kelas 125cc.

Musim selanjutnya, Ubbiali kalah dari pebalap MV Agusta Cecil Sandford dalam perebutan gelar juara dunia. Dia kemudian menggunakan mesin MV Agusta mulai 1953.

Kepindahannya berbuah manis dengan menguasai kembali gelar 125cc pada 1955. Ubbiali tetap membalap dengan tim itu hingga akhir karirenya.

Enam tahun semenjak debutnya, atau di tahun 1955 barulah Ubbiali turun di kelas 250cc, dan hanya perlu satu tahun saja bagi sang rider untuk memenangkan gelar dunia di kelas tersebut. Ubbiali memenangi setiap balapan di kelas menengah dan hanya satu kali kalah di kelas ringan.

Selain dikenal sebagai juara dunia dan legenda besar motoGP, mendiang Ubbiali juga dikenal sebagai sosok rider yang disiplin, efektif dalam bekerja dan punya gaya balap unik. Bahkan, yang bersangkutan tak pernah mengalami cedera serius.

Sayangnya, dia memutuskan pensiun di puncak karirnya pada usia 31 tahun. Pada 2001, Federasi Balap Motor Dunia (FIM) memasukkan namanya ke dalam Hall of Fame.

Related Articles

Add Comment