Menurut Quartararo, Petronas Yamaha SRT Memang Cocok Untuk Rossi

Category: serba serbi 2 0

Pebalap muda MotoGP, Fabio Quartararo turut mendukung bergabungnya Valentino Rossi ke Tim Yamaha Petronas SRT musim depan. Menurut dia, The Doctor memang cocok bergabung dengan ‘anak cabang’ Yamaha tersebut karena tidak ada tuntutan berlebih di sana.

Sebagaimana diketahui, Valentino Rossi memang dipastikan terdepak dari Tim Monster Energy Yamaha musim depan. Posisinya telah diambil alih oleh Fabio Quartararo, sehingga masa depan The Doctor kemudian memunculkan spekulasi.

Ada yang menyebutnya bakal gantung helm, tapi ada juga yang yakin Rossi masih ingin lanjut balapan. Jika memilih opsi kedua, pebalap asal Italia ini diberikan fasilitas oleh yamaha untuk bergabung dengan Tim Petronas SRT.

Quartararo yang beberapa tahun ini membela tim Petronas Yamaha SRT sepenuhnya mendukung Rossi untuk bergabung.

“Saya bisa bilang tim itu adalah keluarga. Saya merupakan orang yang saat bekerja benar-benar 100% fokus pada apa yang harus saya lakukan. Jika harus kerja 10 jam penuh, tak masalah. Tapi saat saya selesai, saya bisa bermain-main sampai waktunya kembali bekerja,” ujar Quartararo.

Meski Petronas Yamaha SRT tentu saja menginginkan agar para rider mereka memainkan performa yang apik tiap seri balapan, tapi menurut Quartararo The Doctor bisa lebih rileks dan santai disana.

“Itulah kombinasi profesionalisme dan atmosfer positif yang mendefinisikan tim kami. Saya tak tahu bagaimana cara kerja sebuah tim pabrikan, tapi saya ragu mereka jauh lebih profesional ketimbang tim saya sekarang,” ungkap rider berusia 21 tahun tersebut.

Quartararo baru akan menjadi tandem Maverick Vinales di Tim Monster Energy Yamaha musim depan. Meski demikian, sosok berusia 21 tahun tersebut tak lantas kehilangan motivasi untuk tampil garang musim ini.

Apalagi, El Diablo merasakan bahwa tunggangannya saat ini lebih bertenaga ketimbang musim kemarin. Dia pun tampak lebih termotivasi untuk meraih hasil terbaik.

“Tahun lalu, mesin saya punya 500 rpm lebih rendah dari lainnya. Motor saya tak punya carbon fork, dan secara bertahap saya mendapatkannya. Target saya adalah membuktikan saya memang bisa menempel ketat mereka, dan bahkan ada di depan mereka,” pungkasnya.

Related Articles

Add Comment