Pol Espargaro pasti Menyesal Tinggalkan KTM

Category: serba serbi 5 0

Mantan Juara Dunia Lima kali, Jorge Lorenzo mengklaim bahwa Pol Espargaro kini mulai menyesali keputusannya meninggalkan Red Bull KTM demi pindah ke Tim Repsol Honda. Pasalnya, tunggangan RC16 sudah semakin mantap dan kompetitif.

Memang, dalam tiga seri terakhir ini para rider KTM tampak tampil bagus. Sebut saja Brad Binder yang menjadi tandem Pol Espargaro dimana dia jadi yang tercepat pada seri ketiga di Ceko.

Kemudian pada seri Red bull Ring, Austria, giliran Miguel Oliveira yang berhasil memenangkan balapan, sementara saat itu Espargaro finish di urutan ke-3.

Menurut Lorenzo, KTM telah mengalami peningkatan yang cukup bagus, mereka mulai tampil kompetitif serta sudah bisa dipertimbangkan sebagai penantang serius.

“Sudah jelas bahwa KTM bekerja lebih baik ketimbang tahun lalu, dan mereka telah mengalami kemajuan yang penting,” ungkapnya.

Melihat fakta tersebut, sosok yang kini bekerja sebagai test rider Yamaha lantas mempertanyakan perasaan Pol Espargaro. Apalagi saat ini tim Honda tampak terseok tanpa kehadiran Marc Marquez.

“Pasti ia mulai merasa menyesali keputusannya. Jika ia memang berpikir begitu, ia pasti akan membantahnya, karena timnya tahun depan adalah Repsol Honda.”

“Tapi entahlah, apa yang ia pikirkan adalah urusan pribadinya. Tapi memang benar situasi ini bakal bikin banyak orang berpikir,” ujar mantan pebalap Repsol Honda tersebut.

Ya, sebenarnya Jorge Lorenzo juga mantan pebalap Tim Repsol Honda, dia membela pabrikan sayap tunggal sepanjang tahun 2019, sehingga tahu persis bagaimana cara kerja motor disana.

Menurut Lorenzo, para teknisi disana bersedia mendengar pendapat dari rider mengenai tunggangan mereka.

Lorenzo lantas menyayangkan bagaimana Pol Espargaro mengembangkan RC16 bersama para teknisi KTM namun tidak bisa menikmati hasilnya saat sudah ada perkembangan yang terlhat.

“Selama ini, Pol yang bekerja keras dan melakukan pekerjaan-pekerjaan kotor, seperti yang dikatakan para petinggi KTM. Sayang, saat motornya mulai bekerja dengan baik, ia malah pindah ke tim yang motornya selama ini hanya mengantar satu orang saja menuju kemenangan,” tutup Lorenzo.

Related Articles

Add Comment