Terkait Insiden di Styria, Maverick Vinales Akui Kesalahan

Category: serba serbi 2 0

Maverick Vinales menerima kritikan yang ditujukan kepadanya terkait dengan insiden di MotoGP Styria sepekan yang lalu. Dia mengaku salah karena sudah menolak untuk menggunakan sistem pengereman baru pada motor tunggangannya.

Seperti diketahui, Seri ke-4 dan Ke-5 MotoGP musim ini digelar pada sirkuit yang sama, Red Bull Ring, Austria. Pada seri pertama di kedua sirkuit tersebut, hampir semua pebalap mengeluhkan rem yang overheat.

Alhasil, Brembo lantas menerapkan perbaikan dan peningkatan untuk balapan seri berikutnya. Setiap rider kemudian menggunakan sistem rem baru pada seri Styria, kecuali Maverick Vinales.

Yang bersangkutan mengaku menolak perubahan tersebut karena sudah merasa nyaman dengan sistem sebelumnya.

“Pada pekan balap sebelumnya, saya pakai sistem rem yang biasa karena bekerja dengan sangat baik.”

“Saya menjalani banyak lap di belakang rider-rider lain dan saya tak mendapati masalah. Saya pun mencoba kaliber rem baru dan saya mendapati masalah,” ujarnya seperti yang dikutip Corsedimoto.

Akibatnya, Rider Tim Monster Energy Yamaha tersebut sudah merasakan masalah overheat sejak lap 16, tapi tetap memaksakan diri untuk lanjut balapan. Akhirnya pada lap ke-17 ledakan pada rem terjadi, dia pun melepaskan diri dari motor yang sedang melaju kencang.

Tidak ada cedera serius yang dialami pebalap berusia 25 tahun, kendati YZR-M1 yang dia tunggangi hancur terbakar karena menabrak dinding pembatas. Balapan sempat dihentikan sementara waktu karena insiden Vinales tersebut.

Namun, karena keputusannya menolak pergantian dan memaksakan diri tersebut, Vinales mendapat kritikan dari para rider lain seperti Alex Rins. Mereka menganggap apa yang dilakukan Vinales bisa berakibat fatal pada rider lainnya.

Vinales akhirnya mengakui kesalahannya, ini dia jadikan sebagai pembelajaran pada seri-seri berikutnya.

“Sudah jelas saya tak mau menyeret siapa pun dalam risiko. Tapi ini semua memang salah saya, karena saya tak mau menyerah dan ingin meraih poin sebanyak mungkin.”

“Tapi saya malah tetap lanjut sampai rem saya rusak. Bantalannya benar-benar hilang. Harusnya saya berhenti lebih awal,” pungkas Vinales.

Related Articles

Add Comment