Valentino Rossi Merinding Lihat Motor Melayang di Depan Wajahnya

Category: serba serbi 3 0

Valentino Rossi mengaku merinding saat motor YZR-M1 melayang di depan wajahnya. Dia bahkan menganggap insiden kecelakaan hebat Johan Zarco dan Franco Morbidelli sebagai yang paling mengerikan sepanjang 25 tahun berkarir di kelas Grand Prix.

Insiden mengerikan itu terjadi saat balapan MotoGP seri keempat musim ini di Austria di Red Bull Ring, Minggu (16/8/) kemarin, tepatnya pada Lap 9.

Berawal dari persaingan antara kedua rider yang memperebutkan posisi ke-8, namun pada tikungan ke-3, mereka bertabrakan dan berbenturan keras di tanah.

Yang lebih mengerikan dari tayangan ulang, tampak motor kedua rider ini sama-sama hancur lebur. Karena insiden tersebut, balapan akhirnya dihentikan sementara waktu.

Dilihat dari tayangan ulang, ada sebuah pemandangan yang cukup mengerikan terlihat. Tepatnya ketika motor YZR-M1 milik Morbidelli dan motor Desmosedici GP19 milik Zarco yang hancur hampir saja mengenai dua rider lain, Vinales dan Rossi.

Kedua motor tersebut terus berputar dan melayang tepat di hadapan Rossi dan Vinales. Untung saja, tidak satupun dari mereka yang kemudian ikut mengalami kecelakaan.

Tapi, saat bicara mengenai momen tersebut, Valentino Rossi tidak bisa memungkiri bahwa dia merinding. Bahkan, momen itu dianggapnya yang paling mengerikan selama 25 tahun karirnya di atas lintasan Grand Prix.

“Mungkin ini adalah peristiwa paling menakutkan dalam karier saya. Motor Franco bikin saya merinding. Bahkan motor Ducati milik Johann juga melewati saya beberapa meter di depan. Itu momen yang sangat berbahaya.” ujar Rossi kepada Sky Sport.

Lebih lanjut, Rider Tim Monster Energy Yamaha ini menuding bahwa ada unsur kesengajaan yang dilakukan Johan Zarco untuk mencederai Franco Morbidelli.

“Kadang, hal ini bisa terjadi akibat ketidakberuntungan. Tapi yang ini bukan ketidakberuntungan, melainkan kesengajaan. Amati saja tayangan ulangnya: Johann mengubah garis balap saat mengerem karena ia tak mau disalip oleh Franco, Jadi tentu ia melakukannya dengan kesadaran.”

“Coba pikirkan saja, ini hal serius yang tak boleh terjadi,” lanjutnya.

Balapan yang sempat dihentikan akhirnya dilanjutkan kembali, dan Andrea Doviozo berhasil jadi yang tercepat.

Related Articles

Add Comment